Penjualan material dapat dilakukan tunai atau melalui tagihan pelanggan. Pencatatan produk, satuan, gudang, pembelian, dan pembayaran membantu tim membedakan barang yang tersedia dari transaksi yang masih menunggu penyelesaian.
Jika toko melayani proyek, material, biaya, serta invoice perlu terhubung ke proyek yang tepat. Add-on proyek membantu meninjau pekerjaan dalam konteks kontrak dan penagihan; tidak otomatis termasuk pada paket inti.
Material tercatat sebagai biaya proyek
Hubungkan pemakaian stok ke proyek agar biaya material dapat ditinjau bersama transaksi lain. Periksa produk, jumlah, serta proyek tujuan pada saat material digunakan. Barang yang tersisa atau dikembalikan perlu ditelusuri agar tidak terus menjadi biaya pekerjaan yang keliru. Penandaan proyek yang konsisten membantu tim mengumpulkan biaya tanpa mengandalkan rekap terpisah pada akhir pekerjaan.
Penagihan mengikuti kemajuan
Catat termin dan invoice pelanggan untuk memantau nilai yang telah maupun belum ditagihkan. Gunakan ketentuan kontrak dan dokumen pendukung sebagai dasar pemeriksaan termin. Nilai yang sudah ditagihkan perlu tetap dibedakan dari pembayaran yang diterima. Jika pekerjaan berubah, tinjau kesepakatan serta pengaruhnya terhadap biaya dan penagihan sebelum menyimpulkan seluruh kewajiban telah selesai.
Margin lebih mudah dipantau
Bandingkan nilai kontrak, biaya, dan tagihan untuk mendukung peninjauan profitabilitas proyek. Kelengkapan biaya sangat memengaruhi pembacaan margin. Periksa biaya material, pengeluaran terkait, serta transaksi yang belum dicatat sebelum membandingkan hasil antarproyek. Nilai kontrak yang besar tidak otomatis berarti laba tinggi atau kas tersedia; keduanya memerlukan pemeriksaan pada rincian yang berkaitan.