Harga pembelian, pengiriman, dan biaya terkait perlu diperiksa bersama dokumen impor. Purchase order menyatakan pesanan, penerimaan mencatat barang yang masuk, sedangkan tagihan pemasok mencatat kewajiban pembayaran. Shipment serta PIB melengkapi konteks proses impor.
Landed cost membantu mengaitkan biaya pengadaan dengan barang. Tim tetap memeriksa rincian, dasar alokasi, dan dokumen penerimaan agar penilaian persediaan serta penentuan harga jual tidak menggunakan informasi yang belum lengkap.
Status pembelian terlihat
Tahu pesanan mana yang masih menunggu penerimaan, sudah diterima sebagian, atau telah siap untuk diproses menjadi tagihan pemasok. Gunakan perbandingan antara jumlah pesanan dan penerimaan aktual untuk membahas keterlambatan pemasok. Jika barang datang bertahap, tentukan bagian yang sudah dapat diproses serta bagian yang masih harus ditindaklanjuti. Kejelasan ini membantu tim menghindari pemesanan ulang hanya karena status kiriman belum diperbarui.
Penerimaan lebih akurat
Barang yang diterima mengalir ke persediaan sehingga tim gudang dan tim pembelian bekerja dengan catatan yang sama. Periksa identitas produk, satuan, kondisi barang, serta lokasi tujuan pada saat penerimaan. Selisih jumlah atau barang yang tidak sesuai perlu dicatat dan dikomunikasikan kepada pemasok. Bukti penerimaan menjadi dasar pemeriksaan tagihan agar pembayaran mengikuti barang serta ketentuan yang telah disepakati.
Biaya impor lebih terkumpul
Kelompokkan biaya pengiriman, bea, dan biaya terkait ke shipment untuk membantu perhitungan landed cost. Biaya angkut, asuransi, bea, dan komponen lain perlu ditinjau menurut sifat serta kebijakan akuntansinya. Tidak semua pengeluaran impor otomatis menjadi nilai persediaan. Cocokkan dasar alokasi dengan dokumen sumber dan hindari memasukkan biaya yang sama melalui dua pencatatan berbeda.